Tech made simple.

ChatGPT Slides Bisa Bikin Presentasi, Tapi Itu Bukan Bagian Paling Menariknya

Prompt ChatGPT Slides

Tlagaswara.com - Halo, ini Aji.

Kalau dipikir-pikir, yang bikin presentasi terasa melelahkan sering kali bukan materinya. Justru pekerjaan teknis seperti membuka PowerPoint, memilih template, mengatur tata letak, lalu merapikan slide satu per satu yang menghabiskan waktu.

Karena itu, ketika OpenAI memperkenalkan fitur baru bernama ChatGPT Slides, reaksi pertama saya biasa saja "Oh, sekarang ChatGPT bisa bikin presentasi."

Tapi setelah membaca lebih jauh, saya merasa kemampuan membuat slide justru bukan bagian yang paling menarik dari fitur ini.

Ada perubahan yang lebih besar di baliknya. Menurut saya, ChatGPT Slides menunjukkan bagaimana AI mulai berubah dari alat bantu menjadi tempat kita bekerja.

Sampai di sini, semuanya terdengar seperti fitur produktivitas baru. AI membuat slide lebih cepat, membantu revisi, dan memudahkan kolaborasi.

Menarik? Tentu.

Namun menurut saya, bagian paling menarik bukanlah kemampuan membuat presentasinya, melainkan arah yang sedang ditunjukkan oleh OpenAI.

Yang Berubah Bukan Cara Membuat Slide

Tangkapan layar ChatGPT Slides


Selama bertahun-tahun, cara kita bekerja dengan komputer sebenarnya tidak banyak berubah.

Kita membuka aplikasi terlebih dahulu, lalu mulai bekerja. Kalau ingin membuat presentasi, kita membuka PowerPoint. Kalau ingin mengolah angka, kita membuka spreadsheet. Kalau ingin menulis dokumen, kita membuka aplikasi pengolah kata.

Dengan AI, pola itu perlahan mulai dibalik.

Kita tidak lagi memulai dari aplikasi. Kita memulai dari tujuan.

Kita cukup mengatakan apa yang ingin dikerjakan, lalu AI menyiapkan lingkungan kerja yang diperlukan.

Dalam konteks itulah ChatGPT Slides menjadi menarik. Fitur ini bukan hanya AI pembuat presentasi. Ia menunjukkan bagaimana ChatGPT mulai berkembang menjadi tempat di mana pekerjaan itu sendiri dilakukan.

Bawa Pulang

Bikin presentasi dengan AI ChatGPT slides


ChatGPT Slides memang bisa membuat presentasi dengan AI. Itu fitur yang berguna dan kemungkinan akan menghemat banyak waktu.

Namun bagi saya, itu bukan bagian yang paling menarik.

Yang menarik adalah bagaimana ChatGPT perlahan berubah dari sebatas asisten menjadi lingkungan kerja. Kita tidak lagi hanya meminta bantuan kepada AI. Kita mulai mengerjakan pekerjaan langsung di dalamnya.

Jika arah ini terus berlanjut, mungkin beberapa tahun lagi kita tidak akan memulai hari dengan membuka PowerPoint, spreadsheet, atau aplikasi lain.

Kita hanya akan membuka AI, menjelaskan apa yang ingin dikerjakan, lalu membiarkannya menyiapkan semua yang dibutuhkan.

Dan menurut saya, itulah cerita sebenarnya di balik ChatGPT Slides.