Rekomendsai 5 Album Indie Indonesia yang Berumur 10 Tahun di 2023

Setiap tahunnya kancah musik di tanah air selalu memunculkan album-album baru, baik itu dari penyanyi / band yang dinaungi oleh major label maupun dari mereka yang berada di jalur indie atau non major label. Berbagai album yang beredar pun beragam, mulai dari yang bergenre punk, rock, reggae, pop dan warna musik lainnya.


Dan belakangan, band-band / penyanyi non major label tampaknya telah mendapatkan perhatian lebih dari para penikmat musik di tanah air. Dengan adanya banyak festival musik yang digelar, mereka yang berada di jalur indie juga bisa berada di atas panggung yang sama dengan mereka yang dinaungi oleh major label.


Ngomong-ngomong soal album musik dan indie, kalian tau gak kalo di 2023 ada banyak album dari para band / musisi indie yang sudah menginjak dan akan berumur sepuluh tahun. Penasaran album siapa saja yang sudah menginjak satu dekade? Berikut ini kami pilihkan 5 album indie Indonesia yang berulang tahun ke-10 di 2023.


Rekomendsai 5 Album Indie Indonesia yang Berumur 10 Tahun di 2023


Detourn - The S.I.G.I.T.

Yang pertama ada Detourn, album kedua dari band rock asal Bandung, The S.I.G.I.T. (The Super Insurgent Group of Intemperance Talent). Berjarak sekitar tujuh tahun pasca Visible Idea of Perfection (2007), album yang memiliki total durasi 46 menit ini berada dibawah naungan FFWD Records.


Berisi sebelas track, album Detourn yang dirilis pada 21 Maret 2013 ini mendapatkan sambutan yang luar biasa, baik dari para Insurgent Army itu sendiri maupun dari para kritikus lokal. Bahkan, album kedua The SIGIT ini berhasil dinobatkan sebagai album terbaik 2013 oleh majalah Rolling Stones Indonesia.



Daur Baur - Pandai Besi

Selanjutnya ada Daur Baur, sebuah album daur ulang dari anak-anak Efek Rumah Kaca melalui grup band bernama Pandai Besi. Pada album tersebut, sedikitnya terdapat sembilan lagu yang diaransemen ulang oleh keluarga ERK itu sendiri.


Lagu ERK yang diubah di Daur Baur terdengar berbeda dengan versi aslinya, bahkan tampak seperti sebuah lagu baru. Album yang dirilis ada 29 Mei 2013 itu menjadi salah satu album yang mendapatkan sambutan yang positif. Bahkan album tersebut menjadi album 2013 terbaik pilihan Tempo. 



Semakbelukar - Semakbelukar

Berikutnya ada Semakbelukar dengan album self titled yang dirilis pada 4 Juli 2013 dan berisi delapan lagu dengan durasi pendek.


Seloka Beruk, Celaka, Kalimat Satu, Merujuk Damai, Berlayar di Daratan, Dendang Lalai, Pena Tak Bertinta hingga Perlahan Tapi Pasti adalah delapan track yang ada dalam album dari grup musik yang di cap "brengsek" ini.


Bagaimana tidak di cap seperti itu, ketika Semakbelukar sudah mulai dikenal dan bahkan diperhutungkan serta banyak tawaran manggung, mereka justru membubarkan diri.



Happy Coda - Frau

Yang keempat ada Happy Coda dari seorang perempuan kelahiran Yogyakarta, Leilani Hermiasih atau yang lebih dikenal sebagai Frau. Melalui Yes No Wave Music, Frau merilis Happy coda pada 19 Agutus 2013.


Seperti dilansir dari warningmagz, suara Frau, denting piano, dan keheningan yang disisakan untuk imaji pendengar adalah resep utama album kedua Frau yang berjudul Happy Coda ini. 



Roekmana's Repertoire - Tigapagi

Terakhir ada Roekmana's Repertoire, sebuah album debut dari grup musik folk asal Bandung, Tigapagi, yang dirilis pada tanggal 30 September 2013.


Mengusung konsep story line, pendengar akan dibawa mengikuti kisah dari Roekmana lewat 14 track lagu yang disajikan saling sambung menhambung antar tiap nada di tiap lagunya.


Pada Roekmana's Repertoire yang album fisiknya semakin mahal dan langka saja, Tigapagi menggandeng beberapa musisi atau penyanyi lainnya untuk ikut menyumbangkan suaranya seperti Ade Paloh (SORE), Paramitha Sarasvati (Nada Fiksi), Cholil Mahmud (Efek Rumah Kaca), sampai Aji Gergaji dari bang Themilo.



Itulah rekomendasi 5 album indie Indonesia yang ditahun 2023 ini berumur 10 tahun.